Mendengar istilah Narsis saat ini mungkin tidak asing di telinga. Sikap yang gandrung dilakoni atau diucapkan dan terkadang tak terasa kita menjadi seperti itu. Sebagian orang tidak masalah dan bahkan merasa bangga jika dijuluki Narsisis (orang yang memiliki sifat narsis). Jika dikaji lebih dalam, Narsis adalah sifat bangga atau cinta terhadap diri sendiri. Sifat yang lumrah dimiliki akan tetapi jika kecenderungannya lebih besar, hal ini dapat menjadi penyakit hati yang sama halnya dengan Ujub (salah satu penyakit hati yang dekat hubungannya dengan riya dan sum'ah).
Sebelum menulis lebih lanjut, mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan artikel ini, yang jelas tulisan ini bertujuan untuk menyinggung pribadi kita yang terkadang tak terasa memiliki sifat Narsis yang over sehingga menjadi Ujub... hehe... Sudah saatnya kita harus peka terhadap sindiran dan teguran selama itu bertujuan baik untuk membangun pribadi kita.
Narsis (cinta terhadap diri sendiri)
Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Menurut Andrew Morrison, sifat narsis dimiliki setiap manusia sejak lahir. Jika sifat tersebut dalam jumlah yang cukup atau sewajarnya, maka itu membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia.
Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, dimana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya lah yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain. (Wikipedia, Narsisisme).
Ujub (Terlalu bangga dengan diri sendiri)
Dalam Islam, ujub berarti terlalu membanggakan diri sendiri. Hal ini merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak dan bahkan meghilangkan amal ibadah seseorang. Ujub termasuk ke dalam sifat Syirik yang kategorinya tersembunyi sehingga hal ini terkadang tidak terasa dilakukan seseorang.
"Ada tiga hal yang dapat merusak akhlaq, jiwa dan agama seseorang yaitu kikir, hawa nafsu dan sifat keheranan seseorang terhadap dirinya sendiri (ujub)". Pernyataan tersebut merupakan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abusy-Syaikh.
Biasanya orang yang memiliki sifat ujub ini selalu berbicara, bersikap atau berperilaku dalam hal apapun hanya untuk menunjukkan dirinya seolah sempurna dan memiliki derajat yang lebih tinggi dari seseorang yang berada dihadapannya.
Ada beberapa ciri dan efek dari sifat ujub yang antara lain adalah sebagai berikut:
Sebelum menulis lebih lanjut, mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan artikel ini, yang jelas tulisan ini bertujuan untuk menyinggung pribadi kita yang terkadang tak terasa memiliki sifat Narsis yang over sehingga menjadi Ujub... hehe... Sudah saatnya kita harus peka terhadap sindiran dan teguran selama itu bertujuan baik untuk membangun pribadi kita.
Narsis (cinta terhadap diri sendiri)
Narsisisme (dari bahasa Inggris) atau narsisme (dari bahasa Belanda) adalah perasaan cinta terhadap diri sendiri yang berlebihan. Orang yang mengalami gejala ini disebut narsisis (narcissist). Istilah ini pertama kali digunakan dalam psikologi oleh Sigmund Freud dengan mengambil dari tokoh dalam mitos Yunani, Narkissos (versi bahasa Latin: Narcissus), yang dikutuk sehingga ia mencintai bayangannya sendiri di kolam. Tanpa sengaja ia menjulurkan tangannya, sehingga ia tenggelam dan tumbuh bunga yang sampai sekarang disebut bunga narsis.
Menurut Andrew Morrison, sifat narsis dimiliki setiap manusia sejak lahir. Jika sifat tersebut dalam jumlah yang cukup atau sewajarnya, maka itu membuat seseorang memiliki persepsi yang seimbang antara kebutuhannya dalam hubungannya dengan orang lain. Narsisisme memiliki sebuah peranan yang sehat dalam artian membiasakan seseorang untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain demi membuat dirinya bahagia.
Namun apabila jumlahnya berlebihan, dapat menjadi suatu kelainan kepribadian yang bersifat patologis. Kelainan kepribadian atau bisa disebut juga penyimpangan kepribadian merupakan istilah umum untuk jenis penyakit mental seseorang, dimana pada kondisi tersebut cara berpikir, cara memahami situasi dan kemampuan berhubungan dengan orang lain tidak berfungsi normal. Kondisi itu membuat seseorang memiliki sifat yang menyebabkannya merasa dan berperilaku dengan cara-cara yang menyedihkan, membatasi kemampuannya untuk dapat berperan dalam suatu hubungan. Seseorang yang narsis biasanya memiliki rasa percaya diri yang sangat kuat, namun apabila narsisme yang dimilikinya sudah mengarah pada kelainan yang bersifat patologis, maka rasa percaya diri yang kuat tersebut dapat digolongkan sebagai bentuk rasa percaya diri yang tidak sehat, karena hanya memandang dirinya lah yang paling hebat dari orang lain tanpa bisa menghargai orang lain. (Wikipedia, Narsisisme).
Ujub (Terlalu bangga dengan diri sendiri)
Dalam Islam, ujub berarti terlalu membanggakan diri sendiri. Hal ini merupakan salah satu penyakit hati yang dapat merusak dan bahkan meghilangkan amal ibadah seseorang. Ujub termasuk ke dalam sifat Syirik yang kategorinya tersembunyi sehingga hal ini terkadang tidak terasa dilakukan seseorang.
"Ada tiga hal yang dapat merusak akhlaq, jiwa dan agama seseorang yaitu kikir, hawa nafsu dan sifat keheranan seseorang terhadap dirinya sendiri (ujub)". Pernyataan tersebut merupakan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abusy-Syaikh.
Biasanya orang yang memiliki sifat ujub ini selalu berbicara, bersikap atau berperilaku dalam hal apapun hanya untuk menunjukkan dirinya seolah sempurna dan memiliki derajat yang lebih tinggi dari seseorang yang berada dihadapannya.
Ada beberapa ciri dan efek dari sifat ujub yang antara lain adalah sebagai berikut:
- Orang dengan sifat ujub cenderung menjadi sombong karena terlalu bangga terhadap pribadinya sehingga timbul rasa meremehkan yang lain.
- Tertipu dengan diri sendiri. Jika seseorang terlalu bangga terhadap dirinya biasanya lupa akan kelemahan yang dimiliki. Sehingga suatu saat hal tersebut dapat membahayakan dirinya.
- Ujubers tidak pandai membuka mata dan pikiran karena terlalu sibuk menganggap dirinya-lah yang sempurna sehingga tidak belajar dan mengambil wawasan atau nasehat dari orang/pihak lain.
- Ujubers sering mempopulerkan apa yang dimiliki dan yang dilakukannya.
- Orang narsis atau ujub umumnya diiringi juga sifat emosional, pandai berpura-pura, antisosial dan terlalu mendramatisir sesuatu.
Narsis di Dunia Maya
Dunia maya menjadi dunia kedua yang seolah tidak ada matinya dan seolah tidak memiliki rambu-rambu attitude. Begitu bebasnya aktivitas seseorang terkadang melebihi kewajaran. Katakanlah dunia Facebook atau Twitter. Umumnya orang narsis identik dengan orang yang hobi foto-foto atau istilahnya "gila foto". Bahkan semakin parahnya sifat "gila foto" tersebut lama-lama dapat menyebabkan seseorang menjadi eksibisionis (penyakit kejiwaan yang sifatnya membanggakan fisik dan kemudian memamerkannya pada publik dan umumnya berbau penyimpangan sexual).
Tidak sedikit kasus tersebut ditemukan dalam dunia maya khususnya dalam situs jejaring sosial.
Tidak sedikit kasus tersebut ditemukan dalam dunia maya khususnya dalam situs jejaring sosial.
Terkadang tak terfikirkan oleh seseorang atau bahkan kita sendiri dalam menulis status, komentar atau bahkan mengunggah foto. Merujuk kemanakah itu? untuk sosial atau narsis dan ujub kah?
Ketika kita mengetik sebuah status atau komentar dengan kata bijak yang seolah mencerminkan pribadi kita, ketika kita mengunggah foto-foto kita yang tentunya sudah diseleksi sebelumnya mana yang lebih "wow" untuk ditunjukkan. Sekali lagi, merujuk ke mana kah itu? untuk sosial atau narsis dan ujub kah? Sungguh tak terasa narsis dan ujub sangat dekat dengan perilaku kita.
Sebagian orang mungkin saja beranggapan narsis adalah wajar, baik buruknya tergantung pada maksud si narsis itu sendiri, karena isi hati dan pikiran orang hanya Allah yang tahu. Tetapi jika dikutip dari tulisan diatas, narsis dominan dengan kelainan psikis seseorang yang sifatnya membanggakan diri secara over. Sudah tentu dalam islam ini termasuk ke dalam ujub. maka berhati-hati lah kita dalam berperilaku di depan orang jangan sampai kita termasuk ke dalam orang yang narsis atau ujub. Karena dua hal tersebut merupakan penyakit hati yang jika dibiarkan akan merusak diri kita sendiri.
Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi kita. Sekali lagi penulis mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu tentunya respon berupa kritik dan saran sangat diharapkan oleh penulis demi menambah wawasan serta penyempurnaan penulisan. Trim's...
Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi kita. Sekali lagi penulis mohon maaf jika terdapat kekurangan atau kesalahan dalam penulisan. Oleh karena itu tentunya respon berupa kritik dan saran sangat diharapkan oleh penulis demi menambah wawasan serta penyempurnaan penulisan. Trim's...


0 Comment: